ABORSI MENURUT ISTILAH MEDIS

Diposting pada

Menurut batasan atau definisi, aborsi adalah pengeluaran buah kehamilan di mana buah kehamilan itu tidak mempunyai barangkali hidup di luar kandungan. Sedangkan dunia kedokteran berpendapat bahwa janin yang lahir dengan berat badan yang mirip atau tidak cukup dari 500 gram tidak barangkali hidup di luar kandungan, meskipun tersedia laporan kedokteran yang tunjukkan bahwa tersedia janin di bawah 500 gram yang sanggup hidup. Karena janin dengan berat badan 500 gram mirip dengan umur kehamilan 20 minggu, maka kelahiran janin dibawah 20 minggu selanjutnya sebagai aborsi.

Ada negara khusus yang kenakan batas 1000 gram sebagai aborsi, menurut Undang-Undang di Indonesia, kematian janin di bawah 1000 gram tidak mesti dilaporkan dan sanggup dikuburkan di luar Tempat Pemakaman Umum.

Lihat Juga : Jual Obat Aborsi

Dari cara terjadinya aborsi, tersedia dua macam aborsi, aborsi spontan (abortus spontaneus) dan aborsi buatan (abortus provocatus). Aborsi spontan berjalan sendiri tanpa campur tangan manusia, tengah aborsi buatan adalah hasil dari perbuatan manusia yang dengan sengaja laksanakan perbuatan pengguguran. Abortus yang berjalan pada umur kehamilan di bawah 12 minggu disebut abortus dini.

Insiden abortus spontan diperkirakan 10% dari seluruh kehamilan. Namun angka ini mempunyai dua kelemahan, yaitu kegagalan untuk mengkalkulasi abortus dini yang tidak terdeteksi, serta aborsi ilegal yang dinyatakan sebagai abortus spontan.

Insiden abortus spontan sukar untuk ditentukan secara tepat, sebab sampai sekarang belum diterapkan kapan sebetulnya dimulainya kehamilan? Apakah penetrasi sperma kedalam sel telur sudah merupakan kehamilan? Apakah pemisahan sel telur yang sudah dibuahi berarti mulainya kehamilan? Atau kehamilan di awali sehabis blastocyst membenamkan diri kedalam decidua? Atau sehabis janin “bernyawa”?

Dengan pengecekan tes yang sanggup mendeteksi Human Chorionic Gonadotropin maka frekuensi abortus bakal jadi lebih tinggi (20% – 62%).

1. Penyebab abortus spontanLebih dari 80% abortus berjalan pada umur kehamilan 12 minggu. Setengah di antaranya disebabkan sebab kelainan kromosom. Resiko terjadinya abortus meningkat dengan jadi tingginya umur ibu serta jadi banyaknya kehamilan. Selain itu barangkali terjadinya abortus jadi tambah pada wanita yang hamil didalam saat tiga bulan sehabis melahirkan.
Pada abortus dini, pengeluaran janin/embrio biasanya didahului dengan kematian janin/embrio. Sedangkan abortus pada umur yang lebih lanjut, biasanya janin tetap hidup sebelum saat dikeluarkan.
• Kelainan Pertumbuhan Zygote.
Penyebab paling kerap terjadinya abortus dini adalah kelainan perkembangan hasil konsepsi (pembuahan), baik didalam bentuk Zygote, embrio, janin maupun placenta. Ternyata 50% – 60% dari abortus ini berhubungan dengan kelainan kromosom.
• Faktor Ibu.
Penyakit pada ibu biasanya berjalan pada janin dengan kromosom yang normal, paling banyak pada umur kehamilan 13 minggu. Beberapa macam infeksi bakteria atau virus sanggup memicu abortus. Penyakit ibu yang kritis biasanya tidak memicu abortus, meskipun sanggup memicu kematian janin pada umur yang lebih lanjut atau memicu persalinan prematur. Kelainan pada uterus (rahim) sanggup memicu abortus spontan.

2. Pembagian abortus spontan
• Abortus Imminens (threatened abortion), yaitu ada gejala-gejala yang mengancam bakal berjalan aborsi. Dalam hal demikianlah kadang kala kehamilan tetap sanggup diselamatkan.
• Abortus Incipiens (inevitable abortion), berarti terdapat tanda-tanda bakal terjadinya aborsi, tapi buah kehamilan tetap berada di didalam rahim. Dalam hal demikianlah kehamilan tidak sanggup dipertahankan lagi.
• Abortus Incompletus, andaikata sebagian dari buah kehamilan sudah keluar dan sisanya tetap berada didalam rahim. Pendarahan yang berjalan biasanya lumayan banyak tapi tidak fatal, untuk penyembuhan mesti dijalankan pengosongan rahim secepatnya.
• Abortus Completus, yaitu pengeluaran total buah kehamilan dari rahim. Keadaan demikianlah biasanya tidak memerlukan pengobatan.
• Missed Abortion. Istilah ini dipakai untuk keadaan di mana hasil pembuahan yang sudah mati tertahan didalam rahim selama 8 minggu atau lebih. Penderitanya biasanya tidak menderita gejala, jikalau tidak mendapat haid. Kebanyakan bakal berakhir dengan pengeluaran buah kehamilan secara spontan dengan tanda-tanda yang mirip dengan abortus yang lain.

Abortus Therapeuticus
Abortus therapeuticus adalah pengakhiran kehamilan pada saat di mana janin belum sanggup hidup demi kepentingan menjaga kesehatan ibu. Menurut Undang-Undang di Indonesia tindakan ini sanggup dibenarkan. Keadaan kesehatan ibu yang membahayakan nyawa ibu dengan ada kehamilan adalah penyakit jantung yang berat, hypertensi berat, serta sebagian penyakit kanker.

Di sebagian negara, juga didalam kategori ini adalah kehamilan akibat perkosaan atau insect, dan pada keadaan di mana bayi yang dikandungnya mempunyai cacat fisik atau mental yang berat. Di negara-negara Eropa, aborsi diperbolehkan andaikata ibu menderita campak Jerman (German Measles) pada trimester pertama.

Elective Abortion
Aborsi sukarela adalah pengakhiran kehamilan pada saat janin belum sanggup hidup tapi bukan sebab alasan kesehatan ibu atau janin. Pada era kini, aborsi style inilah yang paling kerap dilakukan. Di Amerika Serikat, berjalan satu aborsi sukarela untuk tiap 3 janin lahir hidup.

Eugenic Abortion:
Pengguguran yang dijalankan pada janin yang cacat

METODE-METODE ABORSI
• Urea
• Prostaglandin
• Partial Birth Abortion
• Histerotomy
• Metode Penyedotan (Suction Curettage)
• Metode D&C – Dilatasi dan Kerokan
• Pil RU 486
• Suntikan Methotrexate (MTX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *