Dasar-dasar Pemilihan Bahan

Diposting pada

Jual Ban Grader – Dalam membawa dampak dan merencanakan rancang bangun suatu alat atau mesin,
perlu sekali memperhitungakn rancang bangun suatu alat atau mesin, harus sekali
memperhitungkan dan pilih material yang dapat dipergunakan. Bahan
merupakan unsur utama disamping unsur-unsur lainnya.
Pemilihan material yang cocok dapat amat mendukung keberhasilan
pembuatan rancang bangun dan rencana alat tersebut.

Faktor-faktor Pemilihan Bahan
1. Fungsi berasal berasal dari perencanaan
Bahan yang direncanakan untuk dipakai diinginkan mampu menahan
beban yang diterima. Bagian-bagian utama berasal berasal dari alat selanjutnya haruslah sesuai
dengan fungsinya, agar sekiranya terjadi kerusakan pada bagian tersebut
akan mampu cepat diketahui dengan dengan menganalisa kegunaan berasal berasal dari bagian yang rusak
tersebut.

2. Kekuatan Material
Kemampuan berasal berasal dari material yang dipergunakan untuk menghindar beban yang
yang ada, baik beban punter maupun beban lentur dan lain sebagainya.

3. Kemudahan memperoleh material
Dalam pembuatan rancang bangun ini dipergunakan termasuk pertimbangan
apakah material yang dibutuhkan ada dan gampang mendapatkannya.

4. Fungsi berasal berasal dari komponen
Dalam pembuatan rancang bangun peralatan ini, komponen yang
direncanakan membawa kegunaan berbeda-beda seuai dengan dengan bentuknya. Oleh
karena itu harus dicari material yang cocok dengan dengan komponen yang dibuat.

5. Kemudahan di dalam proses produksi
Kemudahan di dalam proses mengolah amat harus di dalam pembuatan suatu
komponen dikarenakan kecuali material sukar untuk di wujud maka dapat banyak
waktu untuk meproses material tersebut.

Perawatan
Perawatan termasuk seluruh kesibukan yang menjaga sarana dan peralatan
untuk bekerja baik agar proses mampu melaksanakan kerjanya sebagaimana yang
diinginkan.
Perawatan termasuk mampu disebut sebagai proses manajemen aset yang
menjaga keadaan peralatan atau mesin di dalam keadaan kerja optimal.

Tujuan Perawatan
Adapun target perawata sebagai selanjutnya :
1. Untuk memperpanjang umur unit
2. Untuk menjamin keselamatan orang yang mengfungsikan peralatan.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional berasal berasal dari seluruh peralatan.
2.4.2 Jenis-jenis Perawatan

A. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Merupakan perawatan yang memiliki target untuk menghindar terjadinya
kerusakan atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan
(preventif). Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk : Inpeksi,
perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, agar peralatan atau mesinmesin
selama beroperasi terhindar berasal berasal dari kerusakan.

B. Perawatan Korektif
Merupakan perawatan yang ditunaikan untuk melaksanakan perbaikan dan
meningkatkan keadaan fasilitas/peralatan agar capai standar yang
dapat diterima. Dalam perbaikan mampu ditunaikan peningkatanpeningkatan
sedemikian rupa, seperti melaksanakan pergantian atau
modifikasi rencana agar peralatan menjadi lebih baik.

C. Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan ditunaikan disaat sarana atau
peralatan di dalam keadaan bekerja. Perawatan terjadi diterapkan pada
peralatan-perlatan yang harus beroperasi konsisten di dalam melayani proses
produksi.

D. Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini ditunaikan untuk tahu terjadinya
perubahan atau kelainan di dalam keadaan fisik maupun kegunaan berasal berasal dari sistem
peratalan. Biasanya perawatan prediktif ditunaikan dengan dengan bantuan panca
indera atau alat-alat monitor yang canggih.

E. Perawatan sehabis terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
Pekerjaan perawatan ditunaikan sehabis terjadi kerusakan pada
peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang,
material, alat-alat dan tenaga kerjanya.

F. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
Merupakan pekerjaan yang harus langsung ditunaikan dikarenakan terjadi
kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *